Daftar Isi
YunandraCenter. Pertama kali dalam sejarah, Musabaqoh Qiraatul Kutub (MQK) Internasional 2025 resmi dibuka di Pesantren As’adiyah Wajo.
Ajang bergengsi membaca kitab kuning ini melibatkan ratusan santri Indonesia serta delegasi dari negara-negara ASEAN, menjadikannya sebagai lomba kitab kuning internasional pertama yang lahir dari pesantren Indonesia.
MQK Internasional: Dari Pesantren ke Dunia
Mengusung tema “Merawat Lingkungan dan Menebar Perdamaian”, MQK Internasional 2025 membuktikan bahwa pesantren Indonesia bukan hanya pusat ilmu agama, tetapi juga poros perdamaian dunia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya peran agama dalam menghadapi krisis global.“
Perubahan iklim merenggut hingga empat juta jiwa per tahun. Di sinilah peran agama dan santri menjadi penting untuk merawat bumi,” ujarnya saat membuka acara.
Konsep ekoteologi pesantren pun diperkenalkan, yaitu harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan, yang sejalan dengan ajaran turats.
Pesantren As’adiyah Wajo Jadi Tuan Rumah MQK Internasional
Tiga hal penting membedakan MQK tahun ini:
- Level Internasional diikuti peserta dari tujuh negara ASEAN.
- Sistem Digital mulai seleksi, penilaian, hingga penyediaan teks kitab berbasis digital.
- Lokasi Strategis pertama kalinya digelar di Indonesia Timur, tepatnya di Pesantren As’adiyah Wajo.
Sebanyak 798 santri semifinalis dari seluruh Indonesia bersaing bersama 20 peserta internasional. Thailand dan Filipina hadir sebagai observer.
Menghidupkan Semangat Peradaban Islam
Menag berharap MQK menjadi jalan lahirnya kembali generasi ilmuwan muslim modern.
Seperti masa kejayaan Baghdad di era Harun al-Rasyid yang melahirkan tokoh besar seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, hingga Ibnu Rusyd, MQK diharapkan melahirkan santri yang mampu menjaga perdamaian sekaligus memberi solusi atas tantangan zaman.
Rangkaian MQK Internasional 2025
Selain kompetisi utama, berbagai kegiatan digelar untuk memperkuat karakter santri dan pesantren:
- Pramuka Santri
- Expo Kemandirian Pesantren
- Halaqah Internasional
- Gerakan Ekoteologi Pesantren
- Night Inspiration bersama musisi nasional
- Fajar Inspiration bersama tokoh agama dan akademisi.
Pesantren Indonesia, Diplomasi Budaya Dunia
Melalui Musabaqoh Qiraatul Kutub (MQK) Internasional 2025, pesantren Indonesia memperkuat citra Islam rahmatan lil-‘alamin: ramah, damai, dan menjunjung persaudaraan lintas bangsa.
Pesantren As’adiyah Wajo kini tercatat sebagai tuan rumah bersejarah yang menjembatani lahirnya diplomasi budaya pesantren di panggung internasional.
Berita Pesantren
- 3 Fungsi Pesantren Menurut Wamenag: Landasan Kuat Lahirnya Ditjen Pesantren
- Musabaqoh Qiraatul Kutub (MQK) Internasional 2025 di Pesantren As’adiyah Wajo
- Pesantren Award 2025: Ajang Apresiasi Santri dan Pesantren Inspiratif
- Logo Hari Santri 2025 dan Filosofinya: Mengawal Indonesia Merdeka
- Hari Santri 2025: Pesantren Kiblat Peradaban Islam Dunia
Sumber: www.kemenag.go.id
Artikel Terkait
- Perubahan Susunan Organisasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Berdasarkan PMA 16 Tahun 2026
- Sosialisasi Surat Edaran Uji Kompetensi Kenaikan Jabatan di Kemenag 2026
- MAN 24 Jakarta TImur
- MAN 4 Jakarta Selatan Masuk 30 Sekolah Program Sekolah Garuda 2026
- Profil MAN 25 Jakarta Timur
- Cek Validasi Data PNS di SIMPEG 2026

| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |


