36 Pengajar Mesir Al Azhar Untuk Indonesia

YunandraCenter. Indonesia Mesir Al Azhar kembali mencatat sejarah penting dalam hubungan kerja sama pendidikan Islam.

Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi menerima 36 pengajar Al Azhar (Mab’uts) yang akan bertugas di Indonesia selama periode 2025–2028.

Kehadiran mereka disambut langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Pusat Kemenag, Jakarta.

Momen ini menjadi bukti kuat bahwa kerja sama Indonesia Mesir Al Azhar terus diperkuat demi kemajuan pendidikan Islam.

Dalam sambutannya, Menag menegaskan apresiasi yang mendalam atas dedikasi para pengajar dari Mesir.

Kehadiran mereka diyakini akan memperkaya pembelajaran ilmu keislaman dan bahasa Arab di Indonesia dengan semangat persahabatan dan moderasi.

Kerja sama Indonesia Mesir Al Azhar memiliki nilai strategis yang besar. Menag menuturkan bahwa kesamaan pandangan keagamaan antara ulama Mesir dan Indonesia menjadi dasar penting dalam menjalin hubungan ini.

Mazhab dan tradisi keilmuan yang sejalan memungkinkan para pengajar membimbing umat Islam Indonesia dengan pemahaman agama yang damai, toleran, dan kontekstual.

Menag Nasaruddin Umar juga berbagi pengalamannya saat mendampingi Presiden dalam kunjungan kenegaraan ke Timur Tengah.

Dalam diskusi bersama Menteri Wakaf Mesir, Usama Al-Azhari, muncul gagasan membuka cabang Al Azhar di Indonesia.

Ide ini harapannya memudahkan pelajar Asia Tenggara untuk menimba ilmu tanpa khawatir dengan dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kementerian Agama telah bekerja sama dengan Al Azhar Mesir untuk mendirikan lembaga pendidikan dasar dan menengah.

Ada 3 madrasah negeri berdiri secara bertahap sesuai jenjang pendidikan madrasah.

  1. MIN 14 Al Azhar Asy Syarif (MINASI) berdiri tahun 2000. Lihat profil
  2. MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif (MATASYA) berdiri tahun 2006. Lihat profil
  3. MAN 23 Al Azhar Asy Syarif (MAYASYA) berdiri tahun 2006. Lihat profil

Kerja sama Indonesia dan Universitas Al Azhar tidak berhenti pada 36 pengajar yang datang tahun ini.

Menag mengusulkan agar jumlah pengajar yang dikirim Mesir ditingkatkan secara signifikan.

Dari usulan 200 pengajar, bahkan pihak Mesir menyatakan siap mengirimkan hingga 2.000 guru.

Hal ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan Islam di pesantren-pesantren Indonesia.

Indonesia dan Universitas Al Azhar telah lama membangun persahabatan melalui jalur pendidikan.

Menag juga membuka peluang bagi para Mab’uts yang telah purna tugas untuk kembali ke Indonesia dengan sambutan terbuka.

Sikap ini menunjukkan betapa pentingnya kehadiran pengajar Mesir dalam mempererat hubungan antarbangsa dan memperkaya khazanah pendidikan Islam.

Kehadiran 36 pengajar Al Azhar di Indonesia bukan hanya sekadar pertukaran tenaga pendidik, melainkan simbol persahabatan mendalam antara Indonesia dan Egypt.

Dengan semangat positif, kerja sama ini diyakini akan membawa manfaat besar bagi perkembangan pendidikan Islam moderat, damai, dan penuh toleransi di tanah air.

Sumber: www.kemenag.go id


Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah dan Sekolah Islam
Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren dan Boarding School
Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Islam Negeri dan Swasta
Ingin Meningkatkan Kompetensi
Secara Mandiri
,

Silahkan belajar
di madrasahyunandra.com
Buka