YunandraCenter. Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kemenag 2025 mencetak sejarah baru dengan peningkatan peserta yang luar biasa.

Tahun ini tercatat 206.411 guru mengikuti PPG Dalam Jabatan, melonjak hampir 700% dibanding tahun 2024 yang hanya diikuti 29.933 guru.

Lonjakan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menghadirkan guru profesional, berintegritas, dan siap menjadi teladan bangsa.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, program PPG adalah investasi strategis untuk masa depan pendidikan Indonesia.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti komitmen Kementerian Agama dalam melahirkan guru profesional, berintegritas, dan menjadi teladan generasi bangsa,” ujarnya saat membuka PPG Batch-3 tahun 2025.

Capaian monumental lainnya, seluruh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sekolah telah bersertifikat.

Dari total peserta, 91.028 guru PAI berhasil menuntaskan sertifikasi.

Selain itu, sertifikasi juga diberikan kepada 10.848 guru Pendidikan Agama Kristen, 5.558 guru Katolik, 3.771 guru Hindu, 530 guru Buddha, serta 94.736 guru madrasah.

Dengan begitu, total lebih dari 102 ribu guru bersertifikat pada tahun 2025.

Menag menambahkan, profesi guru harus dipandang sebagai profesi mulia.

“Guru profesional harus mampu belajar bagaimana belajar, belajar bagaimana mengajar, mengajar bagaimana belajar, dan mengajar bagaimana mengajar,” jelasnya.

Empat hal ini menjadi fondasi profesionalisme guru yang akan memperkuat kualitas pendidikan Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menjelaskan bahwa PPG Kemenag 2025 dirancang fleksibel.

Guru dapat menyesuaikan waktu belajar tanpa meninggalkan tugas mengajar.

Program ini berbasis Learning Management System (LMS) yang bisa diakses daring maupun luring, serta didampingi dosen LPTK/PTKIN.

Lebih dari sekadar sertifikasi, PPG juga mengedepankan Kurikulum Berbasis Cinta.

Menurut Guru Besar UIN Palembang, esensi guru tidak hanya terletak pada metodologi dan materi, tetapi pada jiwa yang mengajar.

“Metodologi lebih penting daripada materi, guru lebih penting daripada metodologi, dan jiwa guru lebih penting daripada guru itu sendiri,” tegasnya.

Pembukaan PPG 2025 diawali doa lintas agama, dipimpin para guru dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

Momen ini menjadi simbol kuat persatuan, sekaligus menegaskan peran guru agama dalam menjaga keutuhan bangsa.

PPG Kemenag 2025 tidak hanya mencetak rekor jumlah peserta dan sertifikasi guru, tetapi juga menegaskan bahwa profesi guru adalah investasi penting bangsa.

Dengan desain program yang fleksibel, kurikulum berbasis cinta, dan dukungan anggaran strategis, PPG menjadi tonggak lahirnya guru profesional, berintegritas, dan penuh dedikasi.

Sumber: www.pendis.kemenag.go.id


Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah dan Sekolah Islam
Ingin Meningkatkan Kompetensi
Secara Mandiri
,

Silahkan belajar
di madrasahyunandra.com
Buka
Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren dan Boarding School
Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Islam Negeri dan Swasta