Daftar Isi
YunandraCenter. Sejarah lahirnya kurikulum berbasis cinta (KBC) bermula dari gagasan Menteri Agama yang ingin menghadirkan pendidikan lebih substantif, bukan sekadar dokumen tambahan.
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi salah satu terobosan penting Kementerian Agama dalam memperkuat moral dan karakter bangsa.
Sejarah Kurikulum Berbasis Cinta
Gagasan itu pertama kali muncul pada Rapat Kerja Nasional di penghujung 2024. Ali Ramdhani, Kepala BMB-PSDM Kementerian Agama saat itu menegaskan bahwa pendidikan sejati tidak hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan menjalani kehidupan dengan baik.
Dari sinilah ide pendidikan berbasis cinta mulai digagas.
Kurikulum Berbasis Cinta diperkenalkan pada November 2024 dan melalui serangkaian pembahasan, uji publik, serta penyempurnaan konsep.
Setelah sembilan bulan perjalanan, kurikulum berbasis cinta resmi diluncurkan pada Juli 2025, ibarat masa kandungan sebuah ide besar.
Sejarah Lahirnya Panca Cinta KBC
Inti dari KBC adalah cinta, yang dirumuskan dalam Panca Cinta:
- 1. cinta kepada Tuhan,
- 2. cinta kepada ilmu pengetahuan,
- 3. cinta kepada sesama manusia,
- 4. cinta kepada alam, dan
- 5. cinta kepada tanah air.
Nilai inilah yang menjadi fondasi setiap proses pembelajaran.
Kurikulum Berbasis Cinta dan Inti Pendidikan
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Arskal Salim, menilai KBC sebagai terobosan yang menyentuh dimensi terdalam pendidikan. Arskal, guru besar politik hukum Islam UIN Jakarta, menekankan bahwa pendidikan harus melahirkan manusia penuh kasih sayang, peduli, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala BMB-PSDM, Ali Ramdhani, juga Guru Besar UIN Bandung, menegaskan KBC bukanlah kumpulan mata pelajaran baru, tetapi warna nilai kemanusiaan yang hadir dalam semua pelajaran.
Peran Guru dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
Peran guru menjadi kunci penting dalam KBC. Guru dipandang sebagai teladan yang membawa empati, kepedulian, dan kasih sayang ke ruang kelas.
Untuk memperkuat hal ini, Kemenag mendorong budaya 7S: Sapa, Santun, Sopan, Salam, Senyum, Semangat, dan Sportif sebagai etika harian dalam pendidikan.
Sejarah dan Peran Pusbakom dalam Kurikulum Berbasis Cinta
Seiring dengan lahirnya KBC, Kemenag juga memperkuat kelembagaannya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 33 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama, Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan bertransformasi menjadi Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbakom).
Perubahan ini memperluas fungsi lembaga agar tidak hanya mengurusi pelatihan teknis, tetapi juga pembinaan karakter, konseling, serta penguatan moderasi beragama.
Dengan hadirnya KBC dan penguatan kelembagaan melalui Pusbakom, Kemenag berharap ekosistem pendidikan Indonesia melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, penuh cinta kasih, peduli sesama, serta mampu menjaga harmoni dengan alam dan bangsa.
Regulasi: PMA No. 33 Tahun 2024 Organisasi dan Tata Kerja Kemenag
Sejarah panjang Kurikulum Berbasis Cinta membuktikan bahwa pendidikan di Indonesia terus berkembang ke arah yang lebih manusiawi.
Kurikulum ini bukan sekadar program, melainkan warisan nilai yang menempatkan cinta sebagai dasar kehidupan.
Sumber: www.pendis.kemenag.go.id
Artikel Terkait
- Cek Validasi Data PNS di SIMPEG 2026
- Pelantikan 22 Kepala Madrasah Negeri di Kemenag DKI Jakarta Tahun 2026

- Masuk Madrasah Favorit? Simak 4 Kategori Seleksi Nasional Terbaru 2026
- Kemenag Merilis jadwal Seleksi Nasional Penerimaan Siswa 2026
- Seleksi Masuk MAN IC 2026/2027 Resmi Dibuka, Ini Juknis SNMB dari Kemenag
- AKGTK Madrasah 2025 Resmi Digelar, Guru dan Tendik Wajib Bersiap



| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |

