Perguruan Tinggi Keagamaan Islam UIN Raden Intan Lampung

YunandraCenter. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga berakhlak mulia.

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, dalam kunjungannya ke Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menegaskan peran PTKI.

Menurut beliau, perguruan tinggi keagamaan Islam tidak cukup hanya melahirkan ilmuwan, melainkan harus mampu mencetak cendekiawan muslim sejati.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama juga meresmikan dua fakultas baru, yaitu

  • Fakultas Psikologi Islam dan
  • Fakultas Sains dan Teknologi.

Kehadiran dua fakultas ini memperkuat posisi UIN Raden Intan Lampung sebagai kampus yang terus berkembang.

Dengan total delapan fakultas serta program pascasarjana S2 dan S3, UIN Raden Intan Lampung semakin siap melahirkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus spiritual.

Profil UIN Raden Intan Lampung

Dalam arahannya, Prof. Nasaruddin Umar menjelaskan perbedaan mendasar antara ilmuwan, intelektual, dan cendekiawan.

  • Seorang ilmuwan hanya sebatas menguasai ilmu dan metodologi, namun belum tentu mengamalkan ilmunya.
  • Sementara intelektual tidak hanya memahami, tetapi juga mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
  • Adapun cendekiawan berada pada derajat tertinggi, karena selain memahami dan mengamalkan ilmu, ia juga mampu memberikan resonansi sosial dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semua cendekiawan itu intelektual, tapi tidak semua intelektual itu cendekia. Semua intelektual itu ilmuwan, tapi tidak semua ilmuwan itu intelektual. Yang paling tinggi adalah cendekia. Dia paham, dia mengamalkan, dan ada resonansinya dalam masyarakat,” tegas Menteri Agama.

Menteri Agama menekankan bahwa mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dituntut tidak hanya mengandalkan konsentrasi pikiran (concentration), tetapi juga kontemplasi batin (contemplation).

Keduanya harus diintegrasikan agar menghasilkan ilmu yang utuh.

Menurut beliau, konsentrasi adalah iqra, sedangkan kontemplasi adalah bismirabbik.

Jika keduanya menyatu, maka lahirlah ilmu yang penuh keberkahan dan bermanfaat luas bagi umat.

Prof. Nasaruddin juga mengingatkan bahwa pendidikan harus berlandaskan cinta. Formalitas semata tidak akan membawa berkah, sementara ilmu yang lahir dari keikhlasan dan rasa cinta akan mendarah daging dalam diri mahasiswa.

Guru dan dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam pun harus mengajar dengan hati, bukan hanya dengan rasio.

“Tanpa cinta, tidak ada berkah. Banyak orang pintar tapi kurang ajar. Mengajar dengan rasa jauh lebih berkah daripada sekadar rasio,” ungkapnya.

Panduan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) 2025

UIN Raden Intan Lampung terus menunjukkan prestasi membanggakan.

Kampus ini dinobatkan sebagai kampus PTKIN paling hijau di Indonesia versi UI GreenMetric selama delapan tahun berturut-turut.

Selain itu, UIN RIL juga meraih peringkat terbaik pertama dalam THE Impact Rankings 2025.

Dengan tambahan dua fakultas baru, jumlah guru besar yang terus meningkat, serta dukungan pemerintah, UIN Raden Intan Lampung diyakini mampu menjadi pusat keilmuan yang berpengaruh, bahkan di luar Jawa.

Menteri Agama berharap UIN RIL dapat menjadi Baitul Hikmah modern yang melahirkan karya monumental dari integrasi logika, rasa, dan spiritualitas.

Peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam sangat penting dalam membentuk generasi berkarakter.

Bukan hanya ilmuwan atau intelektual, melainkan cendekiawan muslim sejati yang mampu mengamalkan ilmu dan memberi resonansi sosial.

Melalui visi ini, UIN Raden Intan Lampung diharapkan mampu menjadi episentrum peradaban Islam modern yang melahirkan generasi unggul secara intelektual, spiritual, dan sosial.

Sumber: Pendis.kemenag.go.id


Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Islam Negeri dan Swasta
Ingin Meningkatkan Kompetensi
Secara Mandiri
,

Silahkan belajar
di madrasahyunandra.com
Buka
Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah dan Sekolah Islam
Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren dan Boarding School