Daftar Isi
YunandraCenter. Saat wawancara bersama Pro3 RRI, Rabu (26/2/2024), Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyebutkan 4 aspek utama Kurikulum Cinta.
Kurikulum Cinta menjadi gagasan baru dari Menteri Agama, Prof. Dr. Nazaruddin Umar, sebagai pendekatan inovatif untuk mengintegrasikan nilai moderasi ke dalam pembelajaran Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan. (Rakernas Pendidikan Islam 2025 (21/1/2025)
Baca: 3 Fokus Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan Menurut Menteri Agama, Nazaruddin Umar
Kurikulum Cinta bukan sebagai mata pelajaran baru, melainkan akan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran yang sudah ada.
4 Aspek Utama Kurikulum Cinta

Menurut Guru besar UIN Palembang, Ada 4 aspek utama pada kurikulum Cinta.
1. Hablum Minallah
“Pertama, kita ingin membangun cinta kepada Tuhan (Hablum Minallah), di mana anak-anak sejak dini sudah terbiasa memperkuat hubungannya dengan Allah,”
2. Hablum Minannas
Aspek kedua dari KUNTA yaitu Hablum minannaas.
“Kedua, membangun cinta kepada sesama manusia, apa pun agamanya. Anak-anak harus dibiasakan dengan keberagaman, membangun Hablum Minannas yang kuat.”
3. Hablum Bi’ah
Mantan Direktur GTK Madrasah, Amien mengutip sorotan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar untuk membentuk kepedulian terhadap lingkungan (Hablum Bi’ah). “Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini harus ditangani secara terstruktur dan sistematis. Anak-anak kita harus disadarkan akan pentingnya menjaga bumi,” lanjutnya.
4. Hubbul Wathan
Aspek keempat adalah kecintaan terhadap bangsa (Hubbul Wathan).
“Banyak anak-anak kita yang setelah belajar di luar negeri, justru lebih merasa menjadi orang luar dibandingkan bagian dari bangsanya sendiri. Kita ingin menginsersi agar anak-anak kita tetap berpegang teguh pada akar budayanya,” ungkapnya.
Harapannya, Implementasi Kurikulum Cinta dapat membawa perubahan nyata dalam kehidupan sosial, baik dalam konteks keagamaan, hubungan kemanusiaan, maupun keberagaman bangsa.
Prof. Suyitno, menegaskan bahwa keberhasilan kurikulum ini tidak hanya dari aspek kognitif, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku peserta didik.
Sehingga harapannya Kurikulum Cinta dapat melahirkan generasi yang lebih toleran, inklusif, dan penuh kasih sayang—mewujudkan masyarakat yang harmonis dalam keberagaman.
Sumber: www.pendis.krmenag.go.id
Berita Pendidikan
- Madrasah Harus Tahu! Isi Lengkap SE Mendikdasmen 14/2025 tentang Libur Nataru
- Lomba Literasi Keagamaan 2025: Wadah Kreativitas Pelajar dan Mahasiswa
- Modul Kesehatan Reproduksi Remaja Perspektif Islam Resmi Diluncurkan Kemenag
- 36 Pengajar Al Azhar Mesir Diterima Kemenag
- Tes Kemampuan Akademik 2025: Simulasi dan Penutupan Daftar
- PPG Kemenag 2025 Melejit, Guru Bersertifikat Capai Rekor Baru



| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |
