Daftar Isi
YunandraCenter. Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat KSKK Madrasah menyelenggarakan Training of Facilitator (ToF) Kurikulum Berbasis Cinta (KbC) di Peacesantren Welas Asih Garut, 7–10 Agustus 2025. .
Program ini menjadi langkah strategis untuk membekali fasilitator dengan pendekatan pendidikan holistik berbasis kasih sayang.
Cinta Sebagai Energi Utama Pendidikan
Kepala BMBPSDM, M. Ali Ramdhani, menegaskan bahwa KbC adalah jawaban atas tantangan abad ke-21. “Cinta adalah energi utama pendidikan.
Dengan cinta, guru dan peserta didik bisa membangun relasi sehat, mengelola emosi, serta menumbuhkan potensi secara utuh,” ujarnya.
Panca Cinta sebagai Pilar KurikulumKonsep KbC diadopsi dari budaya Panca Cinta di Peacesantren Welas Asih yang meliputi:
- Cinta Allah dan Rasul-Nya
- Cinta Ilmu
- Cinta Alam
- Cinta Diri dan Sesama Manusia
- Cinta Tanah Air.
Kelima pilar ini diwujudkan melalui pembelajaran reflektif, aktivitas kreatif, dan praktik langsung untuk menumbuhkan kesadaran, kedisiplinan, serta kepedulian sosial.
Pesantren Welas Asih sebagai Model Pendidikan
Pengasuh Peacesantren Welas Asih, Abah Irfan Amali, menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) mendukung visi pesantren dalam membentuk pribadi muslim welas asih.
“Kami memadukan pendidikan ramah anak, anti-bullying, pembelajaran kreatif, dan kewirausahaan sosial,” jelasnya.
ToF sebagai Gerakan Perubahan
Mastuki, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan, menegaskan bahwa ToF bukan sekadar pelatihan, melainkan gerakan perubahan.
Para fasilitator diharapkan menjadi agen yang menanamkan nilai cinta di setiap satuan pendidikan.
Harapan dari Program ToF Kurikulum Berbasis Cinta
Pelaksanaan ToF Kurikulum Berbasis Cinta meliputi orientasi konsep, latihan mindfulness, simulasi empati, hingga aksi sosial seperti pengelolaan sampah, literasi keuangan, dan toleransi lintas agama.
Kemenag berharap ToF Kurikulum Berbasis Cinta melahirkan pendidik yang tidak hanya cerdas mengajar, tetapi juga mampu menumbuhkan cinta, empati, dan kepedulian sebagai inti pembelajaran.
Sumber: www.pendis.kemenag.go.id
Ma’had Aly dan Pesantren

| Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
| Buka |





